[Review]: Sariayu Color Trend 2015 - Lipstick Papua


Hai guy's, masi dengan lipstik salah satu produk kecantikan wanita yang paling sensitif, terutama dibagian warnanya, Kali ini Sariayu Martha Tilaar hadir dengan Color trend 2015 Inspirasi Papua -jauh banget dari padang-, bukan hanya inspirasi yang terbilang unik, tapi juga memberikan inovasi baru pada produk lipstik di Indonesia, yaitu kamu akan mendapatkan dua warna sekaligus dalam satu kemasan lipstik -wow hemat banget -. Aku termasuk yang selalu membawa lipstick kemana-mana minimal dua macam, tapi dengan adanya lipst ini terkesan jadi hemat tempat hahaha, 

Aku mulai dari kemasanya, setiap lipstik dikemas dalam sebuah box yang bergambar burung Cendrawasih dan keindahan alam Raja Ampat yang sangat mewakili Papua, warna color full dan design visual dari koreksi color trend 2015 inspirasi Papua memberikan kesan segar dan juga lucu cocok banget dengan image anak muda. Saat membuka box lipstik juga dilapisi plastik pembungkus sehingga tak perlu khawati barang yang kamu beli merupakan barang bekas. Pada tabung lipst bagian atasnya transparan, jadi kamu bisa melihat langsung isi dari double lipstnya, pada bagian bawahnya terdapat label nomor dan contoh warna lipst apa bila menggunanya dicampur.

Pada bagian belakang box dituliskan bahwa produk ini mengandung Pandanus Conoideus Fruit Oil (Minyak buah merah) vit E sebagai antioksidan dan UV filter yang berfungsi membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV, diperkaya dengan natural moisturize yang menjaga kelembabab bibir. Sekedar info guy's, bae=wha buah merah yang dimaksud hanya bisa tumbuh di Papua, sudah dilakukan uji coba berkali-kali, tapi buah ini selalu gagal tumbuh diluar wilayah Papua. 


Nah ini dia dua seri warna dari tiga seri warna yang dikeluarkan oleh sariayu, aku membeli warna nomor P-01 dan P-02, kamu bisa melihat pada gambar bawah ini, pada satu stick lipst terdapat dua bagian warna, Aku sempat membanyangkan "Bagaimana hanya sebelah bagian saja yang sering aku gunakan ?", Mm.... yang pasti dalam bahasa ekonomi penggunaanya jadi tidak balancen, bisa dipastikan nanti stiknya akan mudah hahahaha. Dalam penggunaanya mau tidak mau aku harus menggunakan kuas lipts, karna sangat sulit sekali meratakan satu bagian tanpa merusak bagian lainya, dan untuk mendapatkan warna yang aku inginkan aku harus mengolesnya berkali-kali -bikin pegel saja, tidak praktis sama sekali-, karna lipst ini terbilang semi mate atau lebih mengarah ke glossy, tapi hasilnya tidak terlalu mengecewakan, hanya saja lipst ini hanya bertahan tiga hingga empat jam saja. 

Pada gambar disamping merupakan sample warna bila aku menggunakanya dikulit tangan, -liat dari kanan - P-02 memberikan warna pink dan nude sedangkan P-01 menmberikan warna merah dan softpink. Aku suka sekali warna yang terlihat natural/nude, tapi warna nude yang diberikan pada P-02 terkesan sangat gelap dan pucat, tapi sepertinya bila aku mengabungkanya dengan soft pink pada P-01 warnanya akan terlihat lebih cerah -hasilnya lumayan, tapi ngak ada fotonya-, 



Tada.... dibawah ini contoh bila aku mengaplikasikan pada bibirku, warnanya agak berbeda dari yang aku contohkan pada kulit tangan, maklum warna bibir tiap orang itu berbeda-beda. Untuk rangking produk ini aku memberikan angka 7, aku tidak terlalu apresiasi pada hasilnya juga untuk mengaplikasinya menurut aku terlalu ribet, tapi untuk inovasi yang diberikanya boleh di acungi jempol serta variasi warnanya yang bisa bikin nambah koleksi warna lipstik aku.  Pada foto dibawah bagian tengah merupakan warna campuran dari keduanya, P-01 untuk bagian atas dan P-02 untuk bagian bawah. 




Share:

2 komentar

  1. Waaa. Inovasinya keren, ya. Baru tau buah merah itu cuma tumbuh di Papua. Contoh gambar buahnya nggak dimasukin sekalian? Biar tau gituu. :3

    Itu bibirnya Uni beneran? Awkwkwk. XD
    Lucuuu. Untung lagi nggak sariawan, ya, Uni. #apaansih -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaa iyah, aku ngk kepikiran tadi buat cantumin gambar buah merahnya #carikegoogle

      Kenapa ?? sexeee yaaa :3
      sini biar aku tium kamu wahahaha

      Hapus