Damai Dari Jogja

Streees, mumet, badmood pokoknya hati dan kepala isinya lagi jelek semua, karena target yang udah aku ditetapkan dan aku harapin banget udah hilang tanpa bekas. apa itu ? sudah jelas kamu yang baca ini udah pada tau, toh apa lagi masalah mahasiswa tahun akhir seperti aku ini kalo bukan ..... #malasnulisnya. Aku lupa ini pepatah atau hadist "Dibalik kejadian buruk, pasti ada hikmah yang bisa diambil" yang pasti ini ngenak banget  ke aku yang kemaren berangkat ke jogja, soalnya waktu ada yang nanya "Statusnya apa ?"-bukan status pernihakan yak- aku masi bisa dengan tenang menjawab "Mahasiswa", setidaknya lebih baik dari pada aku menjawab "Pengangguran" hahahaha, walau masi ada juga yang nanya ke aku dengan pertanyaan "Udah 17 tahun dek ?" hahahaha... :D

***

Naaah pasti pada nanya nih, kenapa tiba-tiba kok aku bisa pergi ke jogja ckckck. Dasar rezeki ngak bakal kemana, aku diundang untuk mengikuti acara seminar dan workshop "Peran Pemuda dalam Pencegahan Terorisme" yang digelar Badan Nasional Penanggunangan Terorisme (BNPT) di Jogjakarta, 28-29 Oktober 2015. Materinya berat banget nih -berat dari skripsi- #lebay, tapi entah aku dapat ilham dari mana dan merasa memiliki tanggung jawab untuk sedikit menceritakan materi apa saja yang aku dapat selama dijogja. Banyak sekali tokoh yang hadir sebagai pembicara dalam acara ini, seperti Imam besar Masjid Istiglal, Buya Syafii Maarif, wakil dari MUI, Praktisi IT Nukman Luthfie dan Onno W Purbo serta dua orang mantan teroris internasional dan satu orang yang pernah menjadi korban bom yang terjadi di hotel JW Marriot 5 Agustus 2003 bernama Tony Sumarno, kayaknya sih ini belum semuanya aku sebutkan.



Selama acara dua hari dijogja, para pemateri membahas tentang jaringan-jaringan terorisme di indonesia beserta berbagai macam cara para organisasi merekrut anggotanya dan yang paling utama membahas peran sosial media dalam merekrut para muda mudi untuk bergabung dalam jaringan teroris, karena sebagian besar pengguna social media merupakan muda-mudi. Wow sungguh mengejutkan ternyata salah satu peserta workshop ada yang hampir berangkat untuk menjadi salah satu anggota organisasi terorisme, mungkin itu yang dinamakan takdir yang Maha Kuasa, alhamdullilah dia tidak jadi berangkat malah menjadi salah satu peserta dalam acara ini.

Tony Sumarno
Salah satu pemateri yang membuatku kagum yaitu Tony Sumarno -bikin aku yang mulai ngantuk melek lagi-, sekilas aku melihat rupanya mirip sekali dengan aktor lawakan Indro, kepalanya yang botak kinclong, kumis dan jenggotnya yang putih dan perutnya yang buncit hihihi -maaf om indro- membuat aku sempat berfikir "wah ada om indro, disini bakal ngelawak apa yak ?" tapi ternyata aku salah besar, bukan lawakan yang aku dapat tapi cerita pengalaman yang sangat mengagumkan. Tony menderita begitu banyak luka saat bom di hotel JW Marriot terjadi, baik luka bakar diseluruh tubuhnya maupun mental dan hatinya, hingga Tony menjalani masa rehabilitasi selama delapan bulan. Sebuah keajaiban muncul, kesehatan Tony beransur-ansur membaik bukan hanya fisiknya tapi juga mental dan hatinya, gejolak trauma yang dirasakanyanya selama delapan bulan dan sempat membuatnya berfikir untuk mengakhiri hidup di bulan ke empat terasa hilang begitu saja ketika Tony mulai memaafkan.

"Ternyata memaafkan membuat proses penyembuhan saya lebih cepat"

Tony Sumarni memaafkan para pelaku bom yang selama delapan bulan membuatnya menderita, dia mendatangi para pelaku bom JW Marriot dipenjara dengan membawa rasa penasaran "Apa yang mereka pikirkan hingga tega melakukan ini ?". Salah satu pertemuan dengan Umar Patek sangat menggetarkan dihatinya, awal hanya memberi salam dan berpelukan, hingga akhirnya Umar meminta maaf dan menitip maaf untuk para korban lainya, pertemuan yang awalnya hanya direncanakan 10 menit berakhir 2 jam dengan sholat berjama'ah. Sunggu besar mukjizat memaafkan, kini Tony hidup sehat tanpa ada bebar yang menganjal tentang peristiwa bom saat itu. Pengalaman Tony benar-benar membuatku sadar, bahwa hal yang dianggap kecil sangan berdampak luar biasa dalam kehidupan kita, kadang aku susah memaafkan susatu yang sebenarnya sepele, tapi mendengar cerita Tony memberikan banyak pelajaran berharga untukku. 

Topik yang dibahas dalam acara ini memang cukup berat, selain pelajaran hidup, pengetahuan dasar seputar terorisme juga dibahas, seperti banyaknya anggapan masyarakat bahwa teroris indentik dengan agama Islam -dulu aku juga beranggapan seperti itu-, padahal tak ada satu agamapun yang mengajarkan soal kekerasan. Agama hanya dijadikan alasan untuk beberapa golongannya, padahal dibalik itu banyak sekali unsur-unsur politik dan ekonomi yang mendasarinya. Seperti halnya terbentuknya ISIS yang sekarang merupakan salah satu gerakan terorisme yang membawa-bawa unsur agama, padahal awal terbentuknya ISIS dari perang dingin Amerika Serikat dan Bekas Uni Sovyet membawa kepentingan politik.

Sungguh menengangkan saat membahas tentang terorisme, paparan para pemateri memberikan banyak wawasan dan membuka pola pikir seputar terorisme, muda-mudi seperti aku ini banyak sekali yang terjerumus kedalam jaringan itu. Faktor-faktor penyebab banyaknya yang terjerumus bukan hanya karena ajakan dan hasutan, tapi faktor ekonomi dan kehidupan seseorang, mereka diiming-imingkan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan yang mereka jalanin saat ini. Aku terbayang, mungkin kalo aku tamat kuliah nanti, dan tak ada satu pekerjaanpun yang dapat aku lakukan, aku mungkin bisa menjadi salah satu yang termakan dalam rekrutmen teroris itu -ngebayanginnya aja udah ngeri- sunggu tragis nasip aku kalau sampai itu terjadi. huhuhuhu...

***

Alhamdullilah materi yang disampaikan dijogja sangat bermanfaat, aku sangat berharap teman-teman lainya juga dapat mendapatkan pengetahuan dan wawasan seperti ini juga, khususnya untuk Kota Padang -kode buat panitinya hahaha-. Selain materi yang sangat berharga aku juga mendapatkan pengalaman berharga di jogja -lumayan jalan-jalan gratis- dan bertemu teman-teman blogger dari berbagai penjuru diindonesia, dan yang lebih penting aku dapart waktu refresing yang sangat menyenangkan hahhaha. Tak banyak yang bisa aku tulis kali ini, menulis disini mengingatkanku akan kewajiban menulis lainya hiks,,,, hiks....


DAMAI DARI JOGJA





Share:

6 komentar

  1. Hmmm berat juga ya. Berarti cara menyembuhkan patah hati adalah dengan... \:p/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul-betul, kita harus saling "memaafkan" :3

      Hapus
  2. Jujur aku yang pengin nangis waktu denger cerita Pak Toni kemarin :'v
    Apalagi pas beliau ceritain tentang ibu beliau -___-

    Ikhlas itu berat banget sumpah tii, kayak ngikhlasin km pergi ke Padang kemarin #halah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe sama, padahal pemateri sebelum aku tidur lo dit #dudukdepanteteptidur.

      Hehehe tetep harus ikhlas yak, insyaAllah ada kebaikan dibaliknya :D

      Hapus
    2. Wahh parah km ini parah... aku tidur juga sih, kemarin sampai makan siang sampai dibangunin cahyadi kalau udah makan siang -______-

      Hapus
    3. Hahaha itu belum parah kalo km kenal aku dit wahahaa....
      Itu km tidur udah bikin berapa pulau dit ? ckckck

      Hapus