Thanks !!

           Aku masi kesal dengan pemandangan yang aku liat kemaren sore, Nicky dan Ezi terlihat cepat sekali akrab. Hatiku kesal sekaligus geram, alhasil aku memukul-mukul kepalaku sendiri berharap kepala ini tidak membahas tentang kejadian itu lagi.
"Hey rin, apa yang sedang kau lakukan ?"  Ezi memegang pergelangan tanganku yang dari tadi sibuk sendiri
"Apa urusanmu ?" ku tarik kembali tanganku dari genggaman ezi
"Aku fikir kita teman ?" sambil tersenyum manis kepadaku.
"Sejak kapan aku menyetujuinya?" Hatiku kesal, dan aku hanya bisa membuang muka.
"Sejak kau mengizinkan aku duduk disamping mu, benar kan ?" Kali ini dia memelukku, tapi aku hanya terdiam hingga guru masuk dan memulai pelajaran pertama.
           Selama jam pelajaran dimulai aku hanya diam seperti biasa, tapi kali ini ada yang tidak biasa. Ezi selalu membangun komunikasi antara aku dan dia, ntah itu membahas mata pelajaran atau membicarakan sesuatu yang lucu, dan ini membuatku mencurigain Ezi "apa sebenar yang dia rencanakan ?"

***

             Berkali-kali aku berusaha mengajak dia ngobrol, tapi tanggapannya datar dan tak ramah sama sekali, jelas sekali bahwa dia orang yang jarang membangun komunikasi yang panjang dengan seseorang.
"Hey ezi, mau makan siang bareng kami ?" Tiba-tiba sekelompok teman sekelasku datang dan salah seorangnnya menawarkan aku makan siang bersama.
"Duh maaf, kalian duluan aja. aku sudah janji makan siang bareng ririn hari ini"
"Bareng ririn, apa km nggak salah zi ?" respon salah seorang teman yang lain.
"Nggak kok, kan dia teman sebangku aku" Ku lemparkan senyuman termanisku pada mereka. Dan al hasil mereka pergi sambil membawa segumpal gosip yang aku tau pasti tentang aku dan ririn.
"Apa mau km ?, kita nggak pernah bikin janji!!" tiba-tiba ririn membentakku.
"Duh sorry, abis aku males makan sama mereka. kamu mau kan kita makan sama-sama ?"
"Makan sana sendiri" Tiba-tiba ririn pergi begitu saja. Tapi aku nggak mau kalah, aku membawa bekalku dan ikut pergi menyusul ririn. Ternyata ririn pergi ke belakang sekolah dimana dia duduk dibawah pohon rindang .
"Hay ririn" aku mengagetkannya dengan kedatanganku.

"Apa yang kau lakukan disini zi ?"
"Membututimu haha, sudah lah, ayo kita makan"

"Pergi sana, aku mau sendirian"
"Makan sendirian sambil melihat Nicky yang duduk di ujung kelas itu" aku menggodanya dengan menyebut nama salah satu anak populer di sekolah, dan ternyata godaanku tepat, pipinya langsung memerah."Tak perlu kau sembunyikan rin, aku tau kalau kau  suka sama Nicky" 

***

            Aku malu, Ezi anak baru seminggu disekolah sudah tau kalau aku suka sama nicky. Apa yang harus aku lakukan ? apa dia akan menyebarkan gosib ini dan membuatku sebagai bahan ejekan terutama teman-teman sekelas.
"Hey rin km nggak makan ?" tiba-tiba ezi membuyarkan lamunanku, sedangkan dia sedang asik menikmati bekalnya. 
"Aku nggak lapar, aku mau kembali kekelas" ak membereskan bekalku dan pergi meninggalkan ezi. jelas aku malu sekali pada ezi, sangat tinda pantas cewek kuper dan pendiam kayak aku suka dengan cowok terpopuler disekolah. Apalagi kalau seluruh ini sekolah tau, aku hanya akan jadi bahan ejekan semua orang.
BuarK....!!!
"Aduh maaf, aku yang jalan nggak liat-liat" Aku langsung minta maaf kepada orang yang baru saja aku trabrak.
"Nggak apa-apa kok, ak juga nggak lihat tadi, tapi muka kamu basah kena minumanku" Orang itu langsung menyodorkan saputangan kepadaku, saking malunya aku nggak berani melihat siapa yang sudah aku tabrak.
"Rin km nggak apa-apa" tiba-tiba ezi datang dan membantuku membereska bekal yang berantakan. "Eh nicky, apa km yang numpahin air ke muka ririn?" Tiba-tiba hariku langsung tersontak kaget mendengar nama yang baru saja disebut ezi.
"Hehe iya zi, ak minta maaf, nggak sengaja kok" 
"Kau harus minta maaf nicky" Ezi membalas geram kepada nicky 
"iyah iya" sesaat nicky diam "Aku nicky, kamu ririn kan ? aku minta maaf ya soal airnya" nicky menatapku dan menjulurkan tangannya padaku.
"Eh nggak papa, kan dak aku bilang aku juga salah" Aku mebalas tangannya dan kembali merunduk.
"Tapi kan km yang jatoh, sebagai permintaan maaf, aku tunggu km pulang sekolah di halaman belakan sekolah ya" Aku terkejut, tapi nicky langsung meninggalkan aku dan ezi menyusul teman-temannya yang dari tadi udah manggil-manggil dia.
"Oh so sweeet" lagi-lagi ezi menggodaku "ayo kembali kekelas" dan menarik tanganku menuju kelas.

***
           Gugup, itulah yang sedang aku rasakan sekarang. aku mencoba menjadi diriku yang biasa, menjadi nicky yang periang dan selalu tersenyum. tapi kali ini aku benar-benar dilanda rasa gugub yang hebat, lebih hebat dari pada saat aku ikut turnamen tenis nasional. Ezi memang cerdas, dia bisa membuatku berkenalan dengan riri dalam ketidak sengajaan, aku benar-benar nggak salah minta tolong sama ezi soal yang satu ini. 
             Sudah hampir setengah jam aku menunggu di sini, tempat dimana riri seding duduk sendiri sambil makan siang, dan jelas dari arah sudut lokalku, aku bisa melihatnya dengan jelas dari bangkuku. Tapi riri tak kunjung datang, hatiku mulai ciut, apa mungkin dia tidak akan datang kesini ??. setelah menunggu beberapa menit akirnya orang yang aku nanti datang juga, persis seperti ririn yang biasa, ririn yang pemalu tapi tampak begitu manis dimataku.
"Hay rin, akhirnya kau datang juga" sapaku padanya.
"Iyah, maaf terlamat. tadi aku mencoba membersihkan sapu tangan ini" dia memberikanku saputangan tadi, udah bersih dan wangi.
"Lho kok bisa bagus gini ?" tanyaku bingung.
"aku mencuci< mengeringkannya dan menggosoknya di rumah ibu pemnjaga sekolah barusan, supaya bisa dikelbalikan"
Aku terdiam dan tersenyum menatap sapu tanganku yang sudah kembali bersih dan wangi "Andai saja kau menitipkan hatimu disapu tangan ini, pasti lebih membuatku bahagia" aku berkata-kata sambil memandang saputangaku tanpa sadar kalau ririn berdiri didepanku.
"Apa maksudmu nicky ?" aku tersentak, saking bahagianya aku lupa kalu ada ririn didepanku. Pipiku merah, aku tak bisa berkata apa-apa lagi, Rangkaian ungkapan cinta untuk riri yang susah payak aku rangkai tadi malam telah buyar.

***

         Aku geram dengan tingkah mereka yang sama-sama diam, padahal aku udah susah payah ngerencanaan ini agar nicky dapat mengungkapkan rasa sukanya pada ririn. Tapi sekarang kedua-duanya malah diam sambil malu-malu gara-gara perkataan nicky soal sapu tangan itu.
"Hay kalian berdua, mau sampai kapan diam-diaman kayak gini" Aku muncul dari balik pohon tempat aku menguping membicaraan mereka.
"Ezi !!" sontak nicky terkejut plus marah karna aku tiba-tiba keluar dari tempat persembunyianku.
""Udah lah nicky, kamu itu lama banget." aku langsung mengambi kedua tanga ririn yang dari tadi udah bengong dengan kedatanganku. "Rin, nicky itu suka kamu sejak lama, jadi sekarang itu dia mau ngungkapin perasaannya sama kamu".
"Zi... maksud  km ?" Ririn kelihatan gugub dan bingung.
"Itu benar rin, aku suka kamu sejak kelas 1" Akhinya nicky berani berbicara.
"Nah km dah dengerkan rin, toh kan km juga suka tu. jadi kalian jodoh" resuku kepada ririn
"Jadi kamu juga punya perasaan yang sama rin ?" sontak nicky mendengar perkataank. s
Seperti tabiatnya, ririn hanya tersenyum dan mengangguk pelan dan aku tau kalau mulai saat itu riri dan nicky akan menjalin sebuah hubungan percintaan, sedangkan aku akan menjadi sahabat mereka beredua.

previous<-----                                                               end



Share:

0 komentar