Autumn One More

               Berawal dari kegundahan hati akibat ujian tengah semester yang aku jalani hari senin dan hari selasa kemaren, sekarang hati, nalar serta tubuhku mulai tidak bersahabat dengan berbagai aktivitas yang akan aku jalani. Memang ada yang berbeda dengan keadaan yang sekarang, but it's fine dan bisa aku pastikan tak akan ada hal mengerikan setelah ini hahaha. 
            Dari pada aku keburu curhat disini mending aku ngenalin satu buah buku  yang berjudul "Autumn One More", nggak berniat sih buat bikin reverensi dari buku ini, tapi mungkin disini lebih tepatnya aku hanya ingin mengungkapkan atas kepuasanku setelah membaca buku ini. 


         Dini hari yang sunyi, akhirnya aku selesai baca buku ini. Bukan karna kualitas membacaku yang berkurang tapi karna buku ini dibeli sehari sebelum aku akan ujian tengah semester, so ? I have been studied since before exam and will get a max utiliti for my strategies. Tukan jadi kebawa-bawa bahasa matkul yang sedang aku jalani, itu berarti pengorbanan untuk menunda menyelesaikan membaca buku ini nggak sia-sia ckckc.
         Buku ini buka novel, lebih tepatnya kumpulan cerpen-cerpen dari kumpulan pengaran, mulai dari pengaran prefisional sampai para editor yang menjadi pengarang dadakan, setidaknya itu yang aku baca pertama saat melihat sinospsi buku dihalaman belakang. 
           Yang aku suka dari buku ini, didalamnya banyak sekali menceritakan soal cinta, ya jelas siapa sih yang nggak tau dengan cinta so pasti semua pasti perna merasakannya. hanya saja pada cerpen-cerpen didalamnya menceritakan cinta dari beberaoa sisi dan aspek tertentu, sehinnga aku nggak bosan membacanya. Jangan salah, disini aku bisa mengambil beberapa trik bahkan pelajaran untuk diriku sendiri.
           Ngomong-ngomong disini terdiri dari banyak cerita, ada satu judul yang membuat aku benar-benar tersentu, ntah mungkin karna mirip dengan cerita hidupku atau hanya sekedar merasakan apa yang tokok itu rasakan. yang jelas setelah membaca cerita itu, aku jadi menyadari sebuah kesalahan yang pernah aku lakukan dimasa lalu, dan andai saja aku sekuat, sepemberani dan seterusterang tokok utama itu. "Love is a Verb" judul cerpennya.
Udah sekian dulu buat malam ini, ada sesuatu yang harus aku lakukan. klo mau pada baca, ya tinggal cari pdfnya di net atau beli aja sekalian bukunya :D

Share:

0 komentar