IBUK

         JULI merupakan bulan yang paling menyenangkan bagi para pelajar dan mahasiswa (UNAND Khususnya), itu dikarenakan bulan ini termaksud dalam salah satu musim yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Musim Liburan. Libur panjangku kali ini tidak seperti libur tahun-tahun sebelumnya, dimana ini merupakan libur panjang yang pertama setelah mendapatkan status mahasiswa, yang membuatku sedih, aku harus menjalanin semester pendek selama liburan semester genap. 

         Membahas soal liburan setiap orang pasti banyak melakukan hal-hal yang jarang mereka lakukan saat lagi tak liburan, dan aku menyempatkan untuk membaca buku. Kali ini aku membaca buku yang berjudul IBUK, merupakan buku ke 3 dari Iwan Setyawan yang dimana buku pertamanya Fotografi Kota Batu dan yang kedua 9 Summers 10 Autumns. 

        Motivasi Iwan Setyawan menulis buku ini tidak berbeda dengan saat dia menulis buku keduanya, hanya saja buku ketiganya ini lebih menerangkan tentang orang-orang yang sangat berpengaruh dalam kesuksesannya, yaitu Ibuk, Bapak dan saudaranya-saudaranya. Kehangatan keluarga dan kasih sayang yang dirasakan setiap detiknya memang membuat bayek susah untuk meninggalkan kaki bukit tempat dimana ia dibesarkan, tapi impian dan cita-citanya untuk membangun sebuah kamar kecil membuat semangat dalam hatinya berkobar. 

        Tinah harus rela melepaskan seragam SDnya, dia harus rela mengubur harapannya untuk melanjutkan sekolah karena jatuh sakit ketika akan melaksanakan ujian kelas 6 dan semenjak itu dia tak pernah lagi masuk sekolah. Sim seorang playboy yang hanya menyelesaikan pendidikannya sampai SMP dan saat itu hanya berprofesi sebagai kenek angkot, playboy pasar berambut selalu klimis dan sendal jepit telah membuat seorang gadis polos seperti Tinah jatuh hati lewat sebuah tatapan mata.

        Perjuangan Tinah untuk membesarkan 5 anak memang bukan hal yang mudah, apa lagi suaminya Sim hanya hanya berprofesi sebagai sopir angkot, tapi dengan tekat dan kegigihan Tinah beserta suaminya telah mengantarkan Bayek anak ketiga dari lima bersaudara yang dimana empat diantaranya perempuan ke New York City.

       Novel karya penulis Nasional best seller Iwan Setyawan yang berkisah tentang sebuah pesta kehidupan yang dipimpin oleh seorang perempuan yang sederhana yang perkasa. Tentang sosok perempuan bening dan hijau seperti pepohonan yang menutupi kegersangan yang memberi nafas bagi kehidupan  

Share:

0 komentar